Bahlil Sebut Program Listrik Desa Tembus 1.400 Desa, Groundbreaking PLTS 100 GW Segera Dimulai

IVOOX.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan pemerintah terus mempercepat pemerataan akses energi melalui program listrik desa, pengembangan energi baru terbarukan, serta menjaga stabilitas pasokan dan harga energi nasional. Hal tersebut disampaikan usai mengikuti pertemuan bersama Presiden Prabowo Subianto.
Bahlil mengatakan program listrik desa menunjukkan kemajuan signifikan. Dari sekitar 11.000 desa yang sebelumnya belum menikmati akses listrik, lebih dari 1.400 desa telah berhasil dialiri listrik sepanjang 2025.
"Kita tahu bahwa dari total desa yang kita belum ada listrik itu ada kurang lebih sekitar 11.000 dan alhamdulillah di tahun 2025 programnya sudah selesai sekitar 1.400 lebih," ujar Bahlil dikutip dari youtube Sekretariat Presiden pada Selasa (28/7/2026).
Selain memperluas akses listrik, pemerintah juga mempercepat transisi menuju energi bersih melalui pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Menurut Bahlil, proyek PLTS berkapasitas 100 gigawatt (GW) akan segera memasuki tahap konstruksi yang ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) dalam waktu dekat.
"Yang kedua, kami juga membahas tentang implementasi daripada PLTS 100 gigawatt yang insyaallah dalam waktu dekat akan ditandai peluncuran groundbreaking pertama. Jadi ini langsung sudah jalan menyangkut dengan PLTS, dan tahap pertama sudah disetujui untuk bisa dilaksanakan," katanya.
Dalam kesempatan itu, Bahlil juga melaporkan kondisi ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global, khususnya konflik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah. Ia memastikan stok bahan bakar minyak (BBM), minyak mentah, dan liquefied petroleum gas (LPG) nasional masih berada di atas batas minimum yang ditetapkan pemerintah.
"Kami juga melaporkan tentang geopolitik peperangan yang ada di Timur Tengah yang belum selesai tapi kami menyampaikan bahwa untuk stok BBM kita dan crude insyaallah di atas standar minimum nasional, termasuk kondisi LPG," katanya.
Pemerintah, lanjut Bahlil, juga memastikan harga BBM bersubsidi maupun LPG subsidi tetap dipertahankan meskipun harga minyak dunia mengalami fluktuasi. Menurutnya, keputusan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat.
"Kami dapat memastikan bahwa untuk harga BBM subsidi tidak ada kenaikan sesuai dengan apa yang sudah diputuskan. Jadi tidak ada kenaikan untuk BBM subsidi termasuk dalamnya adalah LPG subsidi," ujarnya.
Bahlil menambahkan Presiden Prabowo secara khusus memberikan arahan agar kebutuhan BBM bagi nelayan menjadi perhatian utama pemerintah. Ketersediaan energi dinilai penting untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
"Bapak Presiden arahkan adalah terkait dengan BBM yang untuk nelayan, yang harus kita perhatikan betul agar mereka bisa menjalankan usahanya," ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga tengah melakukan penataan sektor pertambangan mineral guna meningkatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kontribusi sektor pertambangan terhadap pendapatan negara sekaligus menciptakan tata kelola yang lebih baik.
"Yang berikut tadi juga kami melaporkan membahas tentang penataan pertambangan dalam rangka peningkatan PNBP kita, dan alhamdulillah semuanya sudah disampaikan tadi," kata Bahlil.


0 comments